Ntah apa yang sudah berlalu
Bertahun tahun ku coba hilangkan
semua sisa rasa yang tersisa
Ataukah sebenarnya cinta ini
masih seutuhnya untukmu?
Setiap sudut gelapnya tatapan ini
selalu merindukanmu
Setiap sudut ingatanku ini
selalu mengenangmu
Masihkan berarti air mata ini?
Masihkah berarti perasaan ini?
Apa artinya merindukanmu melalui sepi?
benarkah kata mereka bahwa jika air mata
masih mengalir berarti masih ada alasan terkuat
mengapa kita belum bisa melupakan seseorang
yang telah tergores di hati?
Apakah ini perasaan tulus atau hanya ambisi
atau bahkan sekedar rasa penasaran untuk bersamamu?
Seegois inikah diriku?
Seegois itukah dirimu
yang membuatku menyayangimu?
Seegois itukah rasa ini
terhadap seseorang seperti dirimu?
Atau sebenarnya aku tak boleh melakukan ini?
Apa yang seharusnya ku lakukan?
Pantaskah sebuah rasa terhadap seseorang disalahkan
hanya karena harga diri?
Apa yang ku cari?
Apa artinya semua rasa yang sudah kumiliki sejak lama?
Apa artinya semua ingatan yg tak sedikitpun memudar?
Apakah sebenarnya mencintaimu adalah sebuah kesalahan?
Apa yang ku cari pun masih tak kusadarkan
Yang kudapatkan bukanlah jawaban, melainkan
banyaknya pertanyaan terlintas akan penasaranku ini
Apa yang kutunggupun masih tak pasti,
yaitu dirimu.
Kau tau mengapa?
Karena yang pasti hanyalah ketidakpastian,
karena hati ini selalu yakin jika
ketidakpastian memiliki kemungkinan untuk terjadi.
Ku telah memilih ini.
Dan satu yang ku tau,
aku hanya akan slalu menunggumu
ntah sampai hati ini lelah atau memang kalah oleh takdir.
....
Kutanyakan untuk terkahir kalinya.
Bisakah cinta yang egois seperti ini lelah menunggu?