Jumat, 14 April 2017

15 April 2014

Ntah apa yang terjadi
Ntah apa yang sudah berlalu
Bertahun tahun ku coba hilangkan 
semua sisa rasa yang tersisa
Ataukah sebenarnya cinta ini 
masih seutuhnya untukmu?
Setiap sudut gelapnya tatapan ini 
selalu merindukanmu
Setiap sudut ingatanku ini 
selalu mengenangmu
Masihkan berarti air mata ini?
Masihkah berarti perasaan ini?
Apa artinya merindukanmu melalui sepi?
benarkah kata mereka bahwa jika air mata 
masih mengalir berarti masih ada alasan terkuat 
mengapa kita belum bisa melupakan seseorang 
yang telah tergores di hati?
Apakah ini perasaan tulus atau hanya ambisi 
atau bahkan sekedar rasa penasaran untuk bersamamu?
Seegois inikah diriku?
Seegois itukah dirimu 
yang membuatku menyayangimu?
Seegois itukah rasa ini 
terhadap seseorang seperti dirimu?
Atau sebenarnya aku tak boleh melakukan ini?
Apa yang seharusnya ku lakukan?
Pantaskah sebuah rasa terhadap seseorang disalahkan 
hanya karena harga diri?
Apa yang ku cari?
Apa artinya semua rasa yang sudah kumiliki sejak lama?
Apa artinya semua ingatan yg tak sedikitpun memudar?
Apakah sebenarnya mencintaimu adalah sebuah kesalahan?
Apa yang ku cari pun masih tak kusadarkan
Yang kudapatkan bukanlah jawaban, melainkan 
banyaknya pertanyaan terlintas akan penasaranku ini
Apa yang kutunggupun masih tak pasti, 
yaitu dirimu. 
Kau tau mengapa? 
Karena yang pasti hanyalah ketidakpastian,
karena hati ini selalu yakin jika 
ketidakpastian memiliki kemungkinan untuk terjadi. 
Ku telah memilih ini.
Dan satu yang ku tau,
aku hanya akan slalu menunggumu 
ntah sampai hati ini lelah atau memang kalah oleh takdir.
                                   ....
Kutanyakan untuk terkahir kalinya.
Bisakah cinta yang egois seperti ini lelah menunggu?