Minggu, 25 Juni 2017

Cinta Membentuk 2 Sisi

cinta adalah sebuah anugerah terindah yang sudah kita dapat bahkan sebelum datang ke dunia ini
Cinta itu sendiri mendefinisikan banyak hal
Karena cinta memberikan kenyamanan
Karena cinta pula hadirkan kebahagiaan
Dan karena cintalah perdamaian itu nyata adanya.
Namun terkadang kita terlena dengan yang namanya  indahnya cinta. Terlalu tenggelam di dalamnya dan melupakan sisi lain dari cinta itu sendiri. Seperti semua orang yang memiliki 2 sisi berbeda yang hanya akan ditunjukkan jika keadaan sudah tak mendukung, ketika arah jarum jam sudah tak berputar ke arah yang semestinya. 
Sisi gelap yang timbul ketika cinta mendominasi jiwa dan hati mereka.
Saat itulah segalanya akan berubah.
Cinta itu akan berubah menjadi
Iri, cemburu, benci, dendam, tangis, dan kehambaran. 
Cinta memang manis, tetapi jika terlalu manis hanya kepahitan yang tersisa.
...
Disaat hati mulai terbiasa disitulah sesal mulai menyiksa
Semakin banyak cinta yang kuterima semakin besar pula sesal yang ku rasa.
Seandainya sebuah awal dapat berakhir tanpa harus memulainya terlebih dahulu
Seandainya pula jika sebuah awal harus berjalan tanpa menemukan akhir 
Semua yang kita takutkan hanyalah perubahan. Perubahan dari awal menjadi akhir. 
Ingatan yang digali diakhir kisah yang tak sepantasnya ku ingat,
Kisah yang tak sepantasnya ku ciptakan
Yang tak sepantasnya ku ukir dalam hati dan ingatan
Semakin kuingat binar mata itu, semakin tak terbendung rasa sakit ini
Melihat mata itu, tatapan, dan senyum yang masih sama. Melihatmu tertawa aku bahagia, meski hati tak senada aku tetap bahagia.
Jika aku diizinkan untuk melakukan hal yang egois maka aku ingin mengingat namamu selamanya. 


Namun seketika dari tulisan ini aku tersadar. Tak ada siapapun ditempat ini, hanya ada aku yang hilang bersama waktu ...