Waktu emang udah berubah, dirimu juga berubah, semua bisa berubah seiring berjalan dengan waktu, tapi tidak dengan aku... yang kau berikan itu bukan hanya sekedar pelajaran melainkan juga pengalaman yang ku tuangkan ke dalam tulisan ini.
Patah hati terhebat itu ketika kita diputusin lalu menangis sejadi jadinya tapi setelah kejadian yang ada gak bisa dilupain tapi kita menghapus air mata kemudian kita cuma bisa menarik nafas sedalam dalamnya dan tersenyum. Rasanya sesak. Sedih tapi bukan dengan kepergiannya melainkan dengan semua kebiasaan dan kenangan yang masih tertinggal. Pernah mencintai namun dikecewakan, salah satu awal untuk trauma dan takut memulai untuk bertemu orang baru lagi. Ketika putus kita gak akan sedih dengan kepergian orangnya tetapi ketika tau kalau dia sudah mendapatkan yang baru disitu mulai muncul perasaan takut kehilangan tetapi realitanya kita memang sudah kehilangan, namun ketika dia bersama dengan yang lain bukan semata hanya kehilangan dirinya tapi dia pergi dari kehidupan kita kemudian menjadi milik orang lain. Seakan semua kenangan itu tak mau lepas dari ingatan. Hanya terbayang "bagaimana jika kebiasaan yang kita sebut kenangan yang pernah kita lakukan bersama dulu akan berulang tetapi bersama orang baru yang kau temui." Cemburu dengan kenangan. Gak ada yang ngelarang untuk cemburu, gak ada yang salah dengan cemburu, tetapi cemburu akan salah diartikan ketika kita melampiaskannya ke dia.. lebih baik ketika cemburu itu kita telan sendiri. Menelan cemburu bersama dengan kenangan itu bagaikan menelan pil pahit bersama dengan kopi. Hanya pecinta kopi lah yang mampu merasakan manisnya kopi pahit.
Masih mencintai orang yang pernah mencintai kita juga tidak salah, yang salah itu tentang bagaimana kita menyikapi rasa cinta itu. Tetapi dari semua pengalaman yang ada,patah hati terhebat mengajarkan kita bahwa sebuah kepergian akan dimulai ketika sebuah pertemuan terjadi.. ujung dari cinta adalah perpisahan, ntah karena pernikahan atau memang berpisah untuk memulai awal yang baru bersama orang baru. Tapi jangan menganggap bahwa perpisahan terjadi karena sebuah kesalahan. Ada benarnya Tuhan memakai sebuah kesalahan untuk menunjukan bahwa akan datang orang yang lebih tepat untuk bersama sama dengan kita atau memang Tuhan ingin kita belajar untuk terbiasa dengan kehidupan yang keras, dan latihan untuk menjadi semakin dewasa. Sudah menjadi rahasia publik bahwa sakit hati adalah bagian dari penggalan cerita cinta karena tanpa kepedihan dalam kesedihan mungkin kita takkan pernah bisa belajar menghargai sebuah kebahagiaan.
Terimakasih atas segalanya, tanpa ini semua, tanpa dirimu mungkin aku takkan pernah merasakan bagaimana rasanya dibahagiakan oleh orang yang mampu membuatku sedih dan marah dengan keadaan dalam suatu waktu yang bersamaan.
Uluh uluh. Ini pasti buat pa kentang ya
BalasHapusIya nih didedikasikan untuk pa kentang yang gabakal ketemu selama 1 tahun holide
BalasHapus