Lupa pasti akan lupa
Jika saling melupakan.
Hilang pasti akan hilang
Jika saling menghilangkan.
Lenyap itu pasti,
karena cinta yang fana tak mengenal keabadian.
Titik terendah kefanaan dalam mencintai adalah cinta yang terbalas cinta.
Dapatkah aku mencintaimu tanpa harap akan balasan?
Dapatkah semua yang kau lakukan tanpa sebuah paksaan?
Masihkah ada cinta yang mencintai dengan apa adanya?
Masihkah orang tulus setia jika cinta tak berbalas?
Beberapa cinta sengaja tak memiliki tempat di hati seseorang yang dicintai
juga kesehariannya karena terkadang
ia lebih memilih berdiam diri, lalu berpuisi.
Mencintaimu dalam tulis dan lamunan.
Menuangkan perasaan yang tak mampu dibisikkan
bukan untuk menunjukkan siapa yang paling tersakiti,
tapi karena dirimu masih menjadi tempatku untuk pulang
meski tak ada lagi kebahagiaan yang bisa kita ulang
Memang kutemukan kenyamanan yang tlah lama terbuang dalam dirimu,
Maka izinkanlah aku bertahan tanpa bantahan,
meski segenap harap dan impianku pun telah terhancurkan.
Terkadang yang hadirnya hanya sepintas justru lukanya yang paling membekas
Begitu juga dengan hadirmu, bagai simalakama,
menolak aku tak berdaya, menerimapun hanya akan menyisakan luka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar