Minggu, 14 Mei 2017

Edisi Spesial Untuk yang (udah gak) Spesial (lagi)

Angan sehabis hujan
oleh : Queen (aku sendiri, iya sendiri.)

Kuingat serpihan kenangan
Upaya saat kucoba gapai dirimu
Entah mengapa saat itu
Enggan rasanya kuberhenti mengejarmu
Namun keadaan tak berpihak padaku

   Nafasku inilah yang menjadi saksi
   Inginku mencintaimu tanpa sebuah batas
   Nampak semakin jelas kini kerinduanku
   tuk milikimu..
   Dalam diam kuhanya bisa mencintaimu
   Yang takkan pernah bisa terucap
   Ataupun terungkap olehku

Namun takkah kau sadari
Anganku tuk bersamamu?
Tanpa hadir dan senyummu, duniaku
begitu hambar..
Andai bisa kukatakan padamu..
Senyummu begitu membuatku tenggelam
bersama imajinasi
Haruskah kini kuhancurkan semua ekspetasi?
Akankah dengan begitu dapat membuatku melupakanmu?


Jumat, 14 April 2017

15 April 2014

Ntah apa yang terjadi
Ntah apa yang sudah berlalu
Bertahun tahun ku coba hilangkan 
semua sisa rasa yang tersisa
Ataukah sebenarnya cinta ini 
masih seutuhnya untukmu?
Setiap sudut gelapnya tatapan ini 
selalu merindukanmu
Setiap sudut ingatanku ini 
selalu mengenangmu
Masihkan berarti air mata ini?
Masihkah berarti perasaan ini?
Apa artinya merindukanmu melalui sepi?
benarkah kata mereka bahwa jika air mata 
masih mengalir berarti masih ada alasan terkuat 
mengapa kita belum bisa melupakan seseorang 
yang telah tergores di hati?
Apakah ini perasaan tulus atau hanya ambisi 
atau bahkan sekedar rasa penasaran untuk bersamamu?
Seegois inikah diriku?
Seegois itukah dirimu 
yang membuatku menyayangimu?
Seegois itukah rasa ini 
terhadap seseorang seperti dirimu?
Atau sebenarnya aku tak boleh melakukan ini?
Apa yang seharusnya ku lakukan?
Pantaskah sebuah rasa terhadap seseorang disalahkan 
hanya karena harga diri?
Apa yang ku cari?
Apa artinya semua rasa yang sudah kumiliki sejak lama?
Apa artinya semua ingatan yg tak sedikitpun memudar?
Apakah sebenarnya mencintaimu adalah sebuah kesalahan?
Apa yang ku cari pun masih tak kusadarkan
Yang kudapatkan bukanlah jawaban, melainkan 
banyaknya pertanyaan terlintas akan penasaranku ini
Apa yang kutunggupun masih tak pasti, 
yaitu dirimu. 
Kau tau mengapa? 
Karena yang pasti hanyalah ketidakpastian,
karena hati ini selalu yakin jika 
ketidakpastian memiliki kemungkinan untuk terjadi. 
Ku telah memilih ini.
Dan satu yang ku tau,
aku hanya akan slalu menunggumu 
ntah sampai hati ini lelah atau memang kalah oleh takdir.
                                   ....
Kutanyakan untuk terkahir kalinya.
Bisakah cinta yang egois seperti ini lelah menunggu?




Sabtu, 11 Februari 2017

Sekilas Namun Membekas

Lupa pasti akan lupa
Jika saling melupakan.
Hilang pasti akan hilang
Jika saling menghilangkan.
Lenyap itu pasti,
karena cinta yang fana tak mengenal keabadian.
Titik terendah kefanaan dalam mencintai adalah cinta yang terbalas cinta.
Dapatkah aku mencintaimu tanpa harap akan balasan?
Dapatkah semua yang kau lakukan tanpa sebuah paksaan?
Masihkah ada cinta yang mencintai dengan apa adanya?
Masihkah orang tulus setia jika cinta tak berbalas?
Beberapa cinta sengaja tak memiliki tempat di hati seseorang yang dicintai
juga kesehariannya karena terkadang
ia lebih memilih berdiam diri, lalu berpuisi.
Mencintaimu dalam tulis dan lamunan.
Menuangkan perasaan yang tak mampu dibisikkan
bukan untuk menunjukkan siapa yang paling tersakiti,
tapi karena dirimu masih menjadi tempatku untuk pulang
meski tak ada lagi kebahagiaan yang bisa kita ulang
Memang kutemukan kenyamanan yang tlah lama terbuang dalam dirimu,
Maka izinkanlah aku bertahan tanpa bantahan,
meski segenap harap dan impianku pun telah terhancurkan.
Terkadang yang hadirnya hanya sepintas justru lukanya yang paling membekas
Begitu juga dengan hadirmu, bagai simalakama,
menolak aku tak berdaya, menerimapun hanya akan menyisakan luka...

Rabu, 25 Januari 2017

Ajari Aku Mencintai Tanpa Keinginan Untuk Memiliki

Untuk kamu yang telah menggores hidupku,
lebih baik aku terluka dari pada harus mengkhianati perasaan.
Untuk kamu yang telah hadir di dalam hatiku,
tapi tidak untuk menetap didalam hidup bersamaku,
dulu sesuatu terasa indah, sama sekali aku tidak pernah berpikir
bahwa akhirnya kita harus berpisah.
Jika saja saat ini begitu sederhana, mungkin tidak akan
menyedihkan hingga mengalir bersama pembuluh darahku.
Untuk kamu yang aku rindukan,
ya, kamu yang sudah dikuasai rasa bosan,
kau tau aku merindukanmu sejak terakhir kita bertemu
dalam keheningan imajinasi yang semesta ciptakan,
ntah mengapa aku lebih memilih untuk disakiti daripada
harus melihatmu pergi, rasanya dirimu begitu indah untuk disiasia kan.
Untuk kamu penyemangat hari lelahku,
kala itu sore mulai berganti malam,
matahari mulai membenamkan sinarnya dan menyembunyikan indahnya.
Tapi tak hanya sang surya yang menghilang namun,
rasa sayangmu pun mulai memudar seolah semua usaha untuk setia pupus.
Untuk kamu matahari senjaku,
tanpa kusadari setiap senja yang kita lalui tanpa berdampingan,
sedikit demi sedikit,
perasaan yang dulu pernah kau banggakan memudar
dan pada senja kali ini, aku benar benar kehilangan sosokmu.
Perpisahan tak semenyedihkan itu,
yang menyedihkan bila habis ini salimg melupakan.
Perpisahan tak semenyakitkan ini,
yang menyakitkan adalah bila habis ini saling membenci.
Mungkin kesabaran takkan menyadarkan
tapi sebuah kehilangan telah menjebakku di titik ini
dan kutemukan apa yang hilang dari kesadaranku selama ini yaitu
bahwa aku bisa memilih untuk mencintai siapa saja namun, begitu juga dengan dirimu.

Minggu, 18 Desember 2016

Patah Hati level : Terhebat

Waktu emang udah berubah, dirimu juga berubah, semua bisa berubah seiring berjalan dengan waktu, tapi tidak dengan aku... yang kau berikan itu bukan hanya sekedar pelajaran melainkan juga pengalaman yang ku tuangkan ke dalam tulisan ini.
Patah hati terhebat itu ketika kita diputusin lalu menangis sejadi jadinya tapi setelah kejadian yang ada gak bisa dilupain tapi kita menghapus air mata kemudian kita cuma  bisa menarik nafas sedalam dalamnya dan tersenyum. Rasanya sesak. Sedih tapi bukan dengan kepergiannya melainkan dengan semua kebiasaan dan kenangan yang masih tertinggal. Pernah mencintai namun dikecewakan, salah satu awal untuk trauma dan takut memulai untuk bertemu orang baru lagi. Ketika putus kita gak akan sedih dengan kepergian orangnya tetapi ketika tau kalau dia sudah mendapatkan yang baru disitu mulai muncul perasaan takut kehilangan tetapi realitanya kita memang sudah kehilangan, namun ketika dia bersama dengan yang lain bukan semata hanya kehilangan dirinya tapi dia pergi dari kehidupan kita kemudian menjadi milik orang lain. Seakan semua kenangan itu tak mau lepas dari ingatan. Hanya terbayang "bagaimana jika kebiasaan yang kita sebut kenangan yang pernah kita lakukan bersama dulu akan berulang tetapi bersama orang  baru yang kau temui." Cemburu dengan kenangan. Gak ada yang ngelarang untuk cemburu, gak ada yang salah dengan cemburu, tetapi cemburu akan salah diartikan ketika kita melampiaskannya ke dia.. lebih baik ketika cemburu itu kita telan sendiri. Menelan cemburu bersama dengan kenangan itu bagaikan menelan pil pahit bersama dengan kopi. Hanya pecinta kopi lah yang mampu merasakan manisnya kopi pahit.
Masih mencintai orang yang pernah mencintai kita juga tidak salah, yang salah itu tentang bagaimana kita menyikapi rasa cinta itu. Tetapi dari semua pengalaman yang ada,patah hati terhebat mengajarkan kita bahwa sebuah kepergian akan dimulai ketika sebuah pertemuan terjadi.. ujung dari cinta adalah perpisahan, ntah karena pernikahan atau memang berpisah untuk memulai awal yang baru bersama orang baru. Tapi jangan menganggap bahwa perpisahan terjadi karena sebuah kesalahan. Ada benarnya Tuhan memakai sebuah kesalahan untuk menunjukan bahwa akan datang orang yang lebih tepat untuk bersama sama dengan kita atau memang Tuhan ingin kita belajar untuk terbiasa dengan kehidupan yang keras, dan latihan untuk menjadi semakin dewasa. Sudah menjadi  rahasia publik bahwa sakit hati adalah bagian dari penggalan cerita cinta karena tanpa kepedihan dalam kesedihan mungkin kita takkan pernah bisa belajar menghargai sebuah kebahagiaan.
Terimakasih atas segalanya, tanpa ini semua, tanpa dirimu mungkin aku takkan pernah merasakan bagaimana rasanya dibahagiakan oleh orang yang mampu membuatku sedih dan marah dengan keadaan dalam suatu waktu yang bersamaan.

Kamis, 17 November 2016

Sudahkah angin malam menyampaikan rinduku padanya?

Hujan... indah terhempas bersama angin..
Angin... sudahkah kau titipkan rinduku kepadanya?
Kelabu menerjang..
dikesunyian gundah lara ini bersama hujan..
dibalik hujan tersirat rindu yang menggebu...
karena hujan aku paling suka menuliskan namamu
di balik kaca terselimut embun
tak ada sesak yg melebihi sesaknya rindu
yg beradu dalam diam.
tak ada perih yg melebihi perihnya
saling memperhatikan dalam bungkam.
terbesit sadar seketika
bahwa ada yang lebih indah dibalik
hujan,embun,angin maupun mentari senja,
yaitu dirimu... disitu dirimu, itu menariknya...
selalu ada cerita di balik cerita..
orang bilang hujan hanya meneteskan duka,
tapi bagiku hujan adalah pelengkap cerita kita..
hujan akan menumbuhkan seluruh ingatan,
menembus batas, antara yang nyata dan yang fana..
antara aku dan dirimu..
karena dibalik hujan
tak ada penggalan cerita yang bisa terlewatkan..

Sabtu, 22 Oktober 2016

Aku menyayangimu Sekarang,Kini,dan Nanti

Hari berlalu.. membuka lembaran baru
Angin berhembus menyampaikan rindu ini bersama tiupannya yang merdu
Aku di sini telah berhasil, berhasil mencintaimu.
Setelah sekian banyak rintangan dimana aku ingin bersamamu tetapi belum terpenuhu namun kini telah capai..
Dirimu yang ku butuhkan. Semua itu butuh proses, percayalah. Dan tiba hari ini dimana aku menyadari bahwa dirimu memiliki semua yang kubutuhkan.. aku menyayangimu.. kau menyayangiku juga bukan? Itu lah hal terindah yang kuyakin semua orang ingin merasakannya, mencintai dan dicintai. Tak peduli pandang mereka tentang kita. Tapi ada satu hal yang kutakutkan. Kau berubah, dan pergi hanya karena bosan atau mendapatkan yang lebih dari aku. Ku takutkan kau menjadi sama seperti mereka yang datang kemudian pergi tanpa pamit. Aku mohon tetap lah di sini. Hanya kamu yang kubutuhkan. Bagaikan langit tanpa bintang penghias, ibarat itulah diriku lemah tanpamu.. kau pelengkap hidupku.
Mungkin banyak dari tutur dan perlakuanku yang membuatmu menghela nafas bahkan berfikir untuk nerjakan mundur lalu menyerah. Tapi tolong jangan pergi, ingatkan dan tegur bila aku salah. Kita bersama bukan semata mata hanya sebatas saling mencintai tetapi saling mengerti dan mengingatkan. Kau hadir di kehidupanku untuk menutupi semua kekurangan yang kumiliki. Aku merasa nyaman bersamamu. Jangan pernah berfikir bahwa semua itu bukan kenyataan yang ada. Tapi inilah apa adanya. Aku menyayangimu. Sekarang. Kini. Dan nanti.